Selasa, 21 November 2017

Menggali Kejayaan Kesultanan Kotawaringin “Rumah Wakaf Raja kotawaringin”

Balasan Surat dari A. Hannan Abbas (Mekah) kepada P. Arianingrat (Pangkalan Bun) tentang  sejarah rumah wakaf  atas nama pangeran mangku dari pangkalan bun.

Point yang terdapat di surat :
1.     Pada Tahun 1888 M pangeran mangkubumi yang saat itu menjabat sebagai perdana menteri dari swapraja kotawaringin sedang melakukan ibadah haji, beliau berkesempatan membangun “rumah wakaf”
2.      Letak rumah wakaf ada dijalan sumiah mekkah saudi arabia, dekat dengan bukit jabal Hindi mempunyai pekarangan yang cukup luas, dan bangunan bertingkat dua.
3.      Pada waktu itu pengawasan, perawatan, dan pemeliharaan rumah wakaf dilakukan oleh syech abdurahman taha berasal dari banjarmasin.
Rumah Wakaf ini Dikenal juga dengan nama
“Rumah Wakaf Pangeran Mangku dari kotawaringin”
Atau
“Rumah Wakaf Raja Kotawaringin”
4.      Adapun keterangan tersebut didapat P. Arianingrat dari almarhum ibu beliau dan saudara tua beliau yang saat ini sudah meninggal dunia, karena pada waktu almarhum pangeran mangku bumi meninggal dunia Bapak P. Arianingrat masih belum dewasa.
5.      Untuk Memperkuat keterangan Pangeran Arianingrat dilampirkan keterangan tertulis beliau dengan disertai 3 salinan surat keterangan (kesaksian tertulis) yang masing-masing tertanggal 24 Juli 1962, dari :
1.       Haji Mohd. Said eks Penghulu Agama Islam di Pangkalan Bun, pensiunan kepala urusan agama kecamatan pangkalan bun yang menjelaskan pengetahuan beliau selama bermukim di makkah dari tahun 1906-1915 M. Bahwa beliau tau akan adanya rumah wakaf tersebut.
2.       Haji Alwi bin Haji Abdulhamid, tinggal dikampung mendawai ketua langgar/Mushola Alwijah. yang menjelaskan pengetahuan beliau sewaktu berada di makkah tahun 1927 M. Tentang adanya rumah wakaf tersebut.
3.       Haji Alimahmudin bin Haji Buaran, penduduk kampung mendawai. Yang juga menyatakan pengetahuan beliau ketika berada dimekah pd th........ yang menjelaskan adanya rumah wakaf tersebut.